Hebat PJB Dianugerahi Perusahaan Pembangkit dengan Transparansi Terbaik

JAKARTA – PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) dikaruniai juara pertama pada gelaran Annual Report Award 2018 pada kelompok Privat Non Keuangan Non Listed. Penghargaan pada anak usaha PT PLN (Persero) itu memperlihatkan perusahaan dapat mendatangkan laporan bermutu dan berkaitan dengan perubahan ekonomi serta industri kelistrikan sekarang.

Direktur Penting PT PJB, Iwan Agung Firstantra, menjelaskan pencapian penghargaan ini jadi cerminan pada perusahaan sendiri, jika PT PJB harus bisa penuhi dahaga semua pemangku kebutuhan pada info.

“Untuk perusahaan paling dipercaya dalam usaha pembangkitan terpadu dengan standard kelas dunia, PJB berusaha memenangi suport stakeholders lewat penyediaan info yang tepat, pas waktu, dan berkaitan bagus untuk keperluan internal atau external perusahaan, ” tutur Iwan Agung dalam tayangan persnya, Minggu (17/11/2019).

Ia memberikan tambahan, keikutsertaan PT PJB pada acara yang tiap tahun diadakan oleh beberapa instansi keuangan negara seperti Bank Indonesia, Kewenangan Layanan Keuangan serta yang lain ini adalah bentuk riil loyalitas perusahaan pada transparansi info dan pemberian info yang tepat serta akuntabel pada semua pemangku kebutuhan.

Salah satunya faktor yang memimpin dalam penilaian neraca keuangan paling baik ialah implikasi Good Corporate Governance (GCG). Termasuk juga didalamnya ialah penyajian info keuangan, yang mewajibkan PJB memberi info keuangan dengan cara baik serta informatif sesuai ketetapan akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Pada penilaian Annual Report Award 2018, penguatan beberapa prinsip GCG PJB seperti Transparan, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, Kemandirian serta Kewajaran dapat dibuktikan sudah dilaksanakan secara baik dengan memperoleh score 94, 17, naik dari tahun awalnya 93, 63 point.

Mengenai hal yang sudah dilaksanakan di PJB hingga dapat mengangkat perolehan score penerapan GCG yang tinggi, salah satunya ialah kesuksesan melakulan proses usaha yang skemaatis, penguatan peranan kepatuhan, transformasi korporasi yang punya pengaruh pada transformasi budaya, kerjasama di antara peranan pengelola serta pengawas yang makin baik. Disamping itu, PJB dipandang mempunyai kesadaran akan keutamaan transparansi info dan pengendalian stakeholder sebagai prioritas.

Pada neraca keuangan 2018, PJB ikut memberikan laporan semua pekerjaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan sesuai dengan standard ISO 26000, dimana perusahaan diharuskan melakukan pekerjaan CSR pada semua pemangku keperluannya, dari mulai karyawan sampai warga umum. ISO 26000 sendiri jadi salah satunya persyaratan dari sisi CSR yang sudah diperbarui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *